Pendekatan Seni untuk Perkembangan Emosi Anak

Pada saat sekarang ini, art kurang dianggap penting untuk diperkenalkan pada perkembangan anak. Banyak orang tua maupun institusi pendidikan menggangap art bukanlah sesuatu yang penting untuk diperkenalkan pada anak.

Mereka lebih menekankan, mementingkan dan menjejelakan pelajaran kepada anak untuk persiapan anak di masa depan, sehingga anak dapat berkompetisi di kemudian hari. Maksud baik seperti ini bukanlah salah, sebagai orang tua sudah pasti akan memikirkan masa depan anak. Tetapi ketakutan yang berlebih kadang menjadi boomerang bagi anak itu sendiri. Kadang paksaan yang berlebih diterima anak dimana yang namanya pendidikan atau proses belajar menjadi beban bagi anak itu sendiri, sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat menimbulkan damapak negative bagi perkembangan maupun pendidikan anak itu sendiri. Anak dapat menjadi jenuh dan menganggap belajar adalah suatu penyiksaan bagi dirinya.

Mempersiapkan anak untuk masa depan agar dapat berkompetisi menjadi yang utama dalam proses pendidikan. Sehingga peran art di dunia pendidikan kurang diperhatikan dan menjadi bagian terdepan yang dapat dihilangkan bila terjadi perubahan kebijakan akademik.

Art adalah sesuatu yang sangat penting bagi anak, terlebih pada masa-masa pertumbuhan. Dengan art, banyak keuntungan yang didapat oleh anak. Meningkatkan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak. Terlebih lagi banyak kesenangan yang dapat diperoleh anak dengan art.

Perkembangan emosi adalah salah satu perkembangan yang sangat penting bagi anak dan pendekatan art adalah pendekatan yang sangat sesuai untuk perkembangan emosi anak. Art merupahkan media anak untuk berkomunikasi, pengekspresian diri, ide, perasaan dan pemikiran. Art juga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak, yang penting untuk pembentukan keperibadian anak.

Dengan art, anak mempunyai cara untuk merepresentasikan dunianya sehingga dapat dilihat, dirasakan dan didengar. Sering anak menggambar untuk mengungkapkan perasaanya, karena kurangnya kemampuan anak untuk berkomunikasi secara verbal, dengan Art, anak dapat mengungkapan perasaanya.

Pendekatan art bukanlah bertujuan untuk membuat anak menjadi seorang seniman yang sukses atau menjadi seorang maestro. Pendekatan art lebih bertujuan untuk perkembangan emosi anak menjadi sehat, sehingga akan berdampak positif bagi kehidupan anak. Hidup anak akan menjadi lebih ceria, sehat, dan senang.

Emosi anak yang tidak sehat dapat membuat anak berperilaku negative, pembangkang dan menyimpang. Dampak negative dapat mengarah pada sikologi anak sehingga dapat berakibat buruk bagi perkembangan, pendidikan dan social anak.

Hardi Mulyono Wibawa S.Sn,M.Pd.

Komentar Terakhir

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.