Pendekatan Seni untuk Perkembangan Emosi Anak
29 Apr 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in pendidikan anak Tag:anak, emosi, penekatan, perkembangan, seni
Pada saat sekarang ini, art kurang dianggap penting untuk diperkenalkan pada perkembangan anak. Banyak orang tua maupun institusi pendidikan menggangap art bukanlah sesuatu yang penting untuk diperkenalkan pada anak.
Mereka lebih menekankan, mementingkan dan menjejelakan pelajaran kepada anak untuk persiapan anak di masa depan, sehingga anak dapat berkompetisi di kemudian hari. Maksud baik seperti ini bukanlah salah, sebagai orang tua sudah pasti akan memikirkan masa depan anak. Tetapi ketakutan yang berlebih kadang menjadi boomerang bagi anak itu sendiri. Kadang paksaan yang berlebih diterima anak dimana yang namanya pendidikan atau proses belajar menjadi beban bagi anak itu sendiri, sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat menimbulkan damapak negative bagi perkembangan maupun pendidikan anak itu sendiri. Anak dapat menjadi jenuh dan menganggap belajar adalah suatu penyiksaan bagi dirinya.
Mempersiapkan anak untuk masa depan agar dapat berkompetisi menjadi yang utama dalam proses pendidikan. Sehingga peran art di dunia pendidikan kurang diperhatikan dan menjadi bagian terdepan yang dapat dihilangkan bila terjadi perubahan kebijakan akademik.
Art adalah sesuatu yang sangat penting bagi anak, terlebih pada masa-masa pertumbuhan. Dengan art, banyak keuntungan yang didapat oleh anak. Meningkatkan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak. Terlebih lagi banyak kesenangan yang dapat diperoleh anak dengan art.
Perkembangan emosi adalah salah satu perkembangan yang sangat penting bagi anak dan pendekatan art adalah pendekatan yang sangat sesuai untuk perkembangan emosi anak. Art merupahkan media anak untuk berkomunikasi, pengekspresian diri, ide, perasaan dan pemikiran. Art juga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak, yang penting untuk pembentukan keperibadian anak.
Dengan art, anak mempunyai cara untuk merepresentasikan dunianya sehingga dapat dilihat, dirasakan dan didengar. Sering anak menggambar untuk mengungkapkan perasaanya, karena kurangnya kemampuan anak untuk berkomunikasi secara verbal, dengan Art, anak dapat mengungkapan perasaanya.
Pendekatan art bukanlah bertujuan untuk membuat anak menjadi seorang seniman yang sukses atau menjadi seorang maestro. Pendekatan art lebih bertujuan untuk perkembangan emosi anak menjadi sehat, sehingga akan berdampak positif bagi kehidupan anak. Hidup anak akan menjadi lebih ceria, sehat, dan senang.
Emosi anak yang tidak sehat dapat membuat anak berperilaku negative, pembangkang dan menyimpang. Dampak negative dapat mengarah pada sikologi anak sehingga dapat berakibat buruk bagi perkembangan, pendidikan dan social anak.
Hardi Mulyono Wibawa S.Sn,M.Pd.
Ahhhh… Jangan ganggu aku, Aku mau jalan………
17 Apr 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in pendidikan anak Tag:ahhhhh, anak, belajar berjalan, berjalan, jalan, jangan ganggu, masalah anak, masalah jalan
Si adik kecil asik sekali, dia berjalan kesana-kemari tidak ada hentinya, sampai-sampai membuat semua orang kewalahan dibuatnya. maklumlah ternyata ia baru bisa berjalan. Ayoo semuanya lihat aku yang mempunyai kemampuan baru yaitu berjalan.. aku mau melatih supaya aku makin hebat, serunya yahh rasanya menyenangkan sampai sampai aku tidak tahu napa begitu mengasikannya berjalan. sensai yang kudapat tidak dapat aku mengerti.. pokoknya seru dan menyenangkan.. serunya dan mengasikanya berjalan…
Duhhh si dede jgn kemana-mana,
EHHHHH awasss, pegangin pegangin,
mau kesana yahh sini digendong aja biar cepat sampai.
AAAHHHHHH….SEBELLLL ganggu aja nih orang -orang….. pada tidak tahu yah aku kan lg experiment berjalan. Pada tidak tahu sih enaknya jalan.. dasar org dewasa kaga mikir yahh… aku bukan mau kesonoooooo, aku bukan mau ke tempat itu. aku senang berjalan. sensai yang aneh dan hebat yang aku rasakan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Dasar orang dewasa tidak ngerti dan tidak mau ngerti. aku malah tidak boleh berjalan, dikit dikit digendong, dikit dikit ditarik dasar-dasar karena tidak mau repot yah.. tahu tidak kalau aku tidak latih otot-otot kaki ku ini nanti kaki ku tidak kuat dan rasa senang ini, rasa yang aku mau rasakan.. memang susah orang dewasa..
Anak berjalan bukan untuk mencapai suatu tempat. Anak berjalan karena telah menemukan sesuatu yang kreatif dalam dirinya. (the secret of childer, 1936)
Mengatasi masalah agresif anak melalui finger painting
03 Apr 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in pendidikan anak Tag:agresif, anak, finger painting, hardi mulyono, masalah anak, pendidikan anak
http://hardimulyono.files.wordpress.com/2008/09/mengatasi-masalah-agresifitas-anak-melalui-finger-painting1.pdf
Sisi negatif sekolah bagi anak berbakat
06 Nov 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in pendidikan anak Tag:anak berbakat, berbakat, dampak, pendidikan anak, sekolah, sisi negatif
” Setiap anak unik dan berbeda”.
Sekolah sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan dan juga sebagai tempat untuk mempersiapkan anak agar dikemudian hari dapat hidup di tengah-tengah masyarakat. Sekolah tentunya umunya dibentuk dan dikembangkan secara umum. Sistem dan proses pembelajaran umumnya dibentuk secara umum, karena target merupahkan anak-anak umumnya.
Anak berbakat, anak yang berbeda dengan anak umumnya. Dengan mengunakan sistem dan setandart pemeratan yang lebih mengarah kepada umum, tentunya akan merugikan anak-anak berbakat.
Secara langsung dan tidak langsung, anak berbakat kadang dipaksa untuk mengikuti sistem yang umum. guru memakai standar umum secara sadar atau tidak sadar kepada anak berbakat. Tentunya dengan situasi seperti ini, anak berbakat dapat semakin hari, semakin jauh dengan bakatnya tersebut.
Sebuah bakat bila semakin lama, semakin ditinggalkan dan semakin tidak dilatih tentunya anak akan semakin jauh dengan bakatnya tersebut, bahkan mungkin bakatnya akan terpendam sehingga sulit untuk dihidupkan kembali. bahkan semakin sulit untuk mengetahui bakat anak tersebut.
Memang dilema bagi dunia pendidikan. tulisan ini bukan ingin memojokan sekolah atau guru, tetapi hanya sebagai masukan dan renungan sesat…
sisi lain dari anak berbakat.
05 Nov 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in pendidikan anak Tag:anak, berbakat, dampak, pendidikan anak, perfeksionis, pola asuh
mempunyai seorang anak yang sehat merupahkan keberuntungan yang tidak ternilai yang didapat oleh orang tua. Apalagi bila anak yang diberikan Tuhan adalah seorang anak yang berbakat, tentu akan lebih beruntung lagi orang tua tersebut.
Sering orang tua yang dikaruniai anak berbakat, terlena dan semakin memaksakan kehendak dan memberikan tuntutan yang lebih besar karena kemampuan anak diatas rata-rata anak umumnya. Atas tuntutan dan harapan yang terlalu berlebihan dapat menciptakan perfeksionis dalam diri anak yang dapat menciptakan kecendrungan sikap yang kurang baik yang dapat berdampak kepada kehidupan sosial anak.
tanpa sikap perfeksionis saja, kadang seorang anak berbakat mempunyai kendala sosial di lingkungan karena keterbakatanya itu. rasa iri dari teman-teman merasa dibedakan oleh teman dan guru, tentunya berdampak bagi perkembangan emosional anak. sebagai orang tua, mungkin terkadang kita lupa ada bagian sisi lain yang harus diperhatikan bukan saja hanya kepintaran akademis saja yang hanya dituju.
Paksaan tuntutan orang tua, tekanan lingkungan dapat menimbulkan gejolak emosional yang sangat berbahaya bila tidak disadari oleh orang tua. kadang anak dapat mematikan keterbakatanya karena merasa tertekan, keinginan untuk diterima oleh teman-teman, dan bila lebih ekstrim lagi, dapat terjadi sesuatu yang semua orang tua tidak harapkan.
kepintaran akademis janganlah hanya menjadi tujuan. pendidikan emosi juga sangat berperan bagi kesehatan dan kelangsungan hidup di kemudian hari. Perkembangan bagian inilah yang biasanya dilupakan karena sudah terlena dengan perkatan berbakat.
Janganlah pemberian yang sangat berharga tersebut menjadi rusak, bahkan menjadi pedang bermata dua.
“membahagiakan diri sendiri atau membahagiakan anak”
mata dan prinsip design
03 Nov 2008 Tinggalkan sebuah Komentar
in Design Grafis Tag:mata, prinsip design, teori design grafis
manusia adalah makhluk sosial, sehingga bagian-bagian tubuh kita dirancang untuk dapat bersosialisasi. pada tulisan ini, saya memfokuskan kepada mata.
manusia adalah makhluk sosial jadi mata kita juga dirancang untuk bersosial, mata sosial. mata kita bergerak sebanyak 3 kali perdetik tanpa kita sadar dan informasi visual tersebut masuk kedalam otak bawah sadar kita.
karena mata selalu bergerak, memberikan informasi terus menerus kepada otak kita, otak kita harus memilih mana yang akan diambil mana tidak. karena keterbatasan tersebut, kita memerlukan prinsip design untuk meminta otak memilih design tersebut.
prinsip design digunakan untuk berteriak LIHATLAH SAYA!!!
Prinsip kerja mata.
mata mengambil point-point yang menarik dan menginformasikan kepada otak. karena mengambil beberapa bagian point saja, apa yang sebenarnya dilihat oleh mata sebernarnya tidak jelas/blur. atas jasa otaklah yang berkerja memperjelas image/gambar yang kita lihat. (pengelihatan otak).

Dalam membuat sebuah gambar, dibutuhkan koordinasi dari tangan, mata dan otak dimana sama dengan kita menulis sebuah kata. Mengambar merupahkan suatu aktivitas yang umumnya disukai oleh hampir semua anak-anak dapat membantu melatih motorik halus anak sehingga anak berlatih dan mempunyai bekal yang sangat berguna untuk anak pada saat anak mulai belajar menulis. Sehingga aktivitas mengamabar ini dapat digunakan sebagai suatu pendekatan yang baik bagi anak.
Bila kita tidak peka akan kegunan dari proses tersebut, malah dapat menghambat proses pelatihan motorik anak. Dimana bila yang kita hanya fokuskan pada hasil gambar, malah akan membuat anak frustrasi karena tuntuan-tuntuan untuk mengambar bagus atau mengambar sesuai dengan keinginan kita, padahal bagi anak bukan nilai estetis yang ingin dicapai, tetapi pengalaman atau sensai yang didapat dari proses mengambar tersebut yang bergunan untuk melatih motorik, dan juga melatih memvisualkan apa yang ada didalam pikiran anak.


Komentar Terakhir